saham vs reksadana saham


Mungkin diantara kalian masih ada yang merasa bingung apakah sebenarnya investasi Reksadana saham dan beli saham secara langsung itu sama atau beda sih?

Meskipun keduanya merupakan produk pasar modal tetapi setidaknya terdapat 6 perbedaan antara Reksadana saham dengan membeli saham secara langsung.Yaitu dalam hal:


1.Pengelola dana 

Saham 
Dalam berinvestasi saham dana dikelola langsung oleh investor, tetapi tentunya kita juga bisa meminta saran kepada pialang/broker untuk bermain saham.Karena dana dikelola sendiri oleh karena itu kita perlu meluangkan waktu untuk memantau pergerakan saham.Disarankan juga kita paham teknik trading saham, agar nantinya keuntungan yang kita dapatkan bisa maksimal.

Reksadana saham
Disini dana investasi dikelola oleh manager investasi, dan kita hanya perlu memantau bagaimana manager investasi mengelola portofolio kita secara bijak dengan tentunya melihat laporan di fund fund fact sheet bulanan tersebut.

2.Potensi Return 

Saham 
karena dana dikelola sendiri, maka kita tidak perlu mengeluarkan fee untuk agen pengelola. Kita hanya perlu membayar fee untuk online trading yang biasanya sekitar 0.1%-0.3% tiap transaksi.Selain itu investasi saham juga berpotensi mendapatkan return lebih tinggi, karena kita bisa menentukan sendiri ingin berinvestasi dimana.Dengan catatan, kita sudah mengerti bagaimana berinvestasi di pasar saham.

Reksadana saham
Reksadana saham dikelola oleh manajer investasi, karena hal itulah nantinya kita dikenakan fee untuk agen pengelola tersebut atau management fee.Selain itu kita juga akan dikenakan potongan setiap akan melakukan penarikan/ pencairan dana.

3.Tingkat Resiko

Saham
Tingkat resiko berinvestasi saham memang lebih tinggi daripada reksadana, terlebih lagi bagi para investor pemula.Salah satu alasannya adalah, karena semua keputusan investasi ada di tangan kita sendiri. Misalnya kapan waktu yang tepat untuk beli dan jual saham dan lain-lain.

Reksadana saham 
Tingkat resiko reksadana lebih rendah daripada investasi saham langsung karena dana kita dikelola oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman mengelola investasi, sehingga kita pun tidak perlu khawatir terutama jika masih pemula.


4.Minimum Investasi

Saham 
Jika ingin berinvestasi saham, dalam setiap pembelian suatu saham, nasabah diharuskan untuk membeli minimal 1 lot/100 lembar saham. Saat ini investasi saham tidak lagi membutuhkan dana yang besar karena dengan bermodal Rp 100.000 ,atau kurang sudah bisa membeli 1 lot saham.

Reksadana saham 
Dengan Reksadana, kita bisa mulai berinvestasi dengan nominal Rp 10.000. Karena nantinya manajer investasi akan mengumpulkan uang dari banyak investor untuk digabungkan sehingga bisa membeli saham bersama-sama.

5.Pajak 

Saham 
Untuk berinvestasi saham kita akan dikenakan pajak sebesar 0,1% dari nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan. Selain itu kita juga ajan dikenakan pajak final 10% bila kita mendapatkan dividen dari perusahaan.

Reksadana saham 
Reksadana adalah salah satu produk investasi yang tidak dikenakan pajak, meskipun begitu kita tetap harus melaporkan keuntungan dari reksadana kita ke dalam SPT tahunan.

6.Proses pencairan investasi 

Saham
Karena kita mengelola secara langsung investasi saham, jadi di sini tidak melalui pihak ke tiga, maka biasanya pada saat pencairan dana tidak akan membutuhkan waktu lama sampai dana masuk ke rekening.Proses  penyelesaian transaksi saham di bursa adalah T+2, yang artinya 2 hari kerja bursa saham setelah transaksi.

Reksadana 
Untuk reksadana sendiri membutuhkan waktu yang lebih lama karena kita menggunakan jasa agen pengelola atau manajer investasi.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, pencaira3n reksadana maksimal 7 hari kerja bursa.

Kesimpulan: Dengan mengetahui perbedaan antara investasi saham dan reksadana saham, maka kita akan semakin mengerti mana yang sesuai kebutuhan dan target investasi kita.







































Comments