Crypto dan Visa Memudahkan akses ke Investasi Emas


Mata uang
 Crypto yang terkait dengan emas telah membuka pintu bagi para investor untuk membeli emas dengan nominal yang lebih kecil dan lebih terjangkau dari yang diterapkan sebelumnya.

Investasi dalam emas fisik sering kali memerlukan pembelian dalam jumlah yang cukup besar, misalnya minimal 10 gram atau lebih, yang mungkin sulit diakses oleh investor kecil atau ritel. Namun, sekarang dengan adanya Mata Uang Crypto terkait emas, investor dapat membeli sebagian kecil dari emas fisik seperti 1 gram atau bahkan 0.1 gram saja.

 Hal ini tentunya telah mengubah pandangan tentang investasi emas, memungkinkan individu untuk memiliki akses langsung ke aset yang dianggap sebagai pelindung nilai kekayaan tersebut, tanpa harus membeli emas fisik dalam jumlah yang besar.

 Dengan demikian, mata uang crypto yang terkait emas tidak hanya berfungsi untuk memfasilitasi akses yang lebih mudah ke pasar emas, tetapi juga memungkinkan investasi yang lebih fleksibel dan beraneka ragam bagi investor dari berbagai latar belakang. 
 
Visa, sebagai perusahaan pembayaran dan jaringan kartu kredit, memang tidak secara langsung terlibat dalam pembelian emas atau penetapan denominasi emas. Visa menyediakan infrastruktur pembayaran untuk transaksi yang dilakukan oleh konsumen menggunakan kartu kredit atau debit mereka.


Kemungkinan adanya pembelian emas dengan nominal kecil, seperti 1 gram atau 0,1 gram, bergantung pada kebijakan penjual emas atau platform perdagangan emas yang menerima pembayaran melalui Visa. 

Banyak platform perdagangan emas secara online memungkinkan pembelian emas dengan berbagai denominasi, termasuk denominasi kecil seperti 0,1 gram. 

Jadi, Visa sebagai perusahaan pembayaran dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelian emas, ketersediaan pembelian emas dengan denominasi kecil tergantung pada kebijakan toko emas atau platform perdagangan yang kita gunakan.

Agar lebih jelas mengenai contoh-contoh tentang mata uang Crypto terkait emas, silahkan simak 8 mata uang Crypto berikut ini: 

1. Tether Gold/ XAUt


Tether Gold adalah token crypto yang dipegang oleh emas fisik dengan setiap 1 token XAUt setara dengan 1 (satu) gram emas murni.

2. Digi x DAO(DGX) 


Digi x DAO adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk memiliki token emas digital yang dipegang oleh emas fisik. Setiap token DGX mewakili bagian kepemilikan emas fisik yang disimpan di brankas.

3. PAX Gold (PAXG) 
PAX Gold adalah token ERC-20 yang dipegang oleh emas fisik dengan setiap token PAXG setara dengan satu ons emas murni.

4. Perth Mint Gold Token (PMGT)

PMGT adalah token emas digital yang dijamin oleh emas murni yang disimpan oleh The Perth Mint, perusahaan emas terkemuka asal Australia. Setiap token PMGT setara dengan satu gram emas.

5. GoldCoin (GLC) 

GoldCoin adalah mata uang crypto yang dirancang untuk menjadi alternatif digital untuk emas. Meskipun bukan token emas yang dipegang oleh emas fisik, GoldCoin dirancang untuk menjadi lebih stabil dan mempertahankan nilai seperti layaknya emas.

6. XAURUM (XAUR)

Xaurum adalah crypto yang dipegang oleh emas fisik. Sebagian dari keuntungan yang dihasilkan dari transaksi Xaurum diarahkan untuk membeli emas fisik, yang mendukung nilai aset digital ini.

7. AurusGOLD (AWG)

AurusGOLD adalah token emas yang memungkinkan pengguna untuk memiliki dan mentransfer emas fisik secara digital. Setiap token AWG setara dengan satu gram emas murni.

8. OneGram (OGC)

OneGram adalah kripto yang dipegang oleh emas fisik dengan setiap token OGC dijamin oleh satu gram emas murni.

Kesimpulan: Mata uang crypto terkait emas memberikan investor akses lebih ke pasar emas tanpa perlu memiliki emas fisik secara langsung. Meskipun demikian, penting untuk melakukan riset dan memahami dulu resiko yang terkait dengan investasi dalam kripto dan pasar emas secara umum.



































Comments

Popular posts from this blog

Reksadana Pasar Uang VS Reksadana Pendapatan Tetap

10 Poin Pentingnya Tingkat Likuiditas dalam Investasi

Sejarah Jual Beli Emas dari Dulu Hingga Sekarang