5 Kelebihan dan Kekurangan Reksadana


Bagi kalian yang saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan atau bahkan di beberapa perusahaan dalam jangka waktu 5, 10 tahun atau bahkan lebih dari itu dan memiliki savings/ tabungan yang cukup lumayan saat ini, tentunya pernah terpikirkan kedepannya akan membuat usaha/ bisnis sendiri, agar tabungan yang kalian miliki bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar nantinya.

 Akan tetapi, bila kita merasa belum yakin akan hal tersebut contoh karena memikirkan resiko kerugiannya dan lain2,...ada baiknya kita mempertimbangkan sebuah jenis investasi yang bernama, Reksadana.

Berdasarkan Wikipedia, Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/ modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen2 investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan/ (OJK), Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang dikenal dengan istilah Manajer Investasi untuk kemudian diinvestasikan kedalam surat berharga seperti: saham, obligasi dan instrumen pasar uang.

Nah, disini bisa disimpulkan apabila kita berinvestasi dalam Reksadana maka kita akan diwakili oleh yang namanya manajer investasi, dan itu artinya kita tidak terlibat secara langsung di dalam kegiatan jual beli saham/instrumen investasi tetapi merekalah yang akan memilih jenis reksadana yang terbaik sesuai goals investasi kita.

Entah itu yang bersifat high risk high return seperti reksadana saham, misalnya ataupun Low risk low return seperti reksadana pasar uang ataupun reksadana pendapatan tetap.




Kelebihan dan kelemahan reksadana 
Ada 4 jenis reksadana yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana campuran,dimana ke-4 nya mempunyai kelebihan sebagai berikut:

1. Modal yang terjangkau: 

Tidak perlu modal yang besar ,dengan menggunakan modal terjangkaupun keuntungan dari investasi reksadana sudah bisa dibilang kompetitif dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

2. Likuiditas tinggi:

Artinya disini reksadana bisa dicairkan/dijual kapan saja.Misalnya pada saat ada kebutuhan mendesak kita bisa menjual reksadana dan mendapatkan keuntungannya.

3.Dikelola oleh professional/manager
investasi:

Reksadana dikelola oleh manajer Investasi yang professional dan tentunya sudah berpengalaman.Hal ini membuat Investasi Reksadana tidak hanya lebih aman tetapi juga berpeluang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Karena manajer investasi hanya akan mengelola dana di tempat terbaik agar hasilnya lebih maksimal.Bagi kalian investor pemula, keuntungan lainnya kalian bisa belajar dari manajer investasi untuk membaca pergerakan pasar.

4. Bisa diversifikasi dengan mudah 
Reksadana sering disebut sebagai instrumen investasi yang paling aman karena dananya bisa ditempatkan di berbagai sektor keuangan seperti deposito, obligasi dan saham.Dan bila ada salah satu sektor yang mengalami bangkrut/rugi tentunya masih aman karena masih ada sektor2 lain sehingga kerugian bisa diminimalisir.

5. Proses yang Mudah:

Selain modalnya yang terjangkau, reksadana juga dapat diproses dengan relatif mudah.Karena saat ini sudah banyak platform2 online untuk mengakses investasi reksadana contohnya seperti Bareksa, Bibit, Ajaib dan lain2.Sehingga jual beli reksadana bisa dilakukan secara online.

Kekurangan Reksadana.
Seperti halnya investasi lainnya reksadana tidak hanya mempunyai keuntungan tapi juga memiliki kekurangan yang harus kalian pahami

1. Masalah ekonomi dan politik
Adanya permasalahan ekonomi dan politik di dalam suatu negara juga bisa menyebabkan investasi reksadana tidak stabil.Contohnya adalah kebijakan baru yang terkait dengan aturan investasi di sebuah negara.

2. Wanprestasi:

Resiko pertama yang mungkin bisa terjadi adalah resiko wanprestasi dari Manajer Investasi. Kondisi ini membuat manajer investasi tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada investor, yaitu pengembalian dana serta keuntungannya atau disebut juga dengan gagal bayar. Hal ini disebabkan akibat dari pemilihan dan pengelolaan efek yang tidak wajar. Rekan usaha Manajer Investasi seperti bank kustodian, pialang, atau agen reksadana. 

3.Nilai turun 
Resiko lainnya yang mungkin terjadi adalah menurunnya nilai aktiva bersih per unitnya.Biasanya resiko ini cukup tinggi untuk jenis reksadana saham, untuk reksadana pasar uang resiko nilai menurun cukup kecil karena instrumennya terdiri dari deposito dan obligasi. Oleh karena itu keuntungan dari reksadana pun tidak menentu, bisa banyak tapi juga bisa tiba2 mengalami penurunan bahkan menimbulkan kerugian.

4. Biaya kepemilikan reksadana 
Adanya biaya dalam kepemilikan reksadana atau disebut juga expense ratio. Expense ratio adalah indikator biaya pengelolaan reksadana oleh manajer investasi. Biaya ini dibebankan kepada investor.

5. Kerugian ditanggung investor
Apabila tempat di mana Anda berinvestasi reksadana bangkrut, kerugian ditanggung sendiri. Pemerintah tidak menjamin kerugian reksadana. Berbeda dengan produk deposito yang sudah dijamin oleh LPS. Pembubaran reksadana juga dimungkinkan untuk terjadi akibat adanya pelanggaran berdasarkan pengamatan OJK hingga akhirnya gagal bayar ke investor.

Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa investasi dalam reksadana menawarkan sejumlah keuntungan yang menarik bagi para investor, terutama bagi mereka yang menginginkan adanya diversifikasi dalam portofolio mereka, dengan modal terjangkau dan pengelolaan risiko yang profesional. Kelebihan reksadana meliputi likuiditas tinggi, pengelolaan oleh manajer investasi profesional, kemampuan untuk diversifikasi dengan mudah, dan proses investasi yang mudah melalui platform online.

Namun, investasi dalam reksadana juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Resiko ekonomi dan politik, potensi wanprestasi dari manajer investasi, penurunan nilai aset bersih per unit, biaya kepemilikan (expense ratio), serta kerugian yang ditanggung investor jika tempat investasi reksadana mengalami kebangkrutan.

Dengan memahami baik kelebihan dan kekurangan reksadana , serta melakukan analisis cermat terhadap resiko dan tujuan investasi pribadi tersebut, investor dapat membuat keputusan yang lebih terarah dan mengembangkan strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.





























Comments

Popular posts from this blog

Reksadana Pasar Uang VS Reksadana Pendapatan Tetap

10 Poin Pentingnya Tingkat Likuiditas dalam Investasi

Sejarah Jual Beli Emas dari Dulu Hingga Sekarang